We Found Love Slideshow: Ama’s trip from Jakarta, Jawa, Indonesia to 4 cities India, London, Kuala Lumpur and Palembang was created by TripAdvisor. See another Inggris Raya slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.

Minggu, 23 Oktober 2011

Jaringan Lokal (Local Area Network)

Definisi Jaringan Lokal
Jaringan lokal (LAN) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan, sharing folder), dan dapat mengakses informasi (peramban web). Jaringan lokal hanya mencakup wilayah atau area yang kecil, seperti jaringan komputer di kampus, gedung, kantor, rumah, sekolah atau yang lebih kecil.
Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mb per sekon. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.


Definisi Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah suatu cara atau metode untuk menghubungkan perangkat telekomunikasi (komputer) yang satu dengan yang lainnya mengikuti sebuah pola atau aturan tertentu sehingga membentuk sebuah jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi.


Jenis-jenis Topologi Jaringan
Ada beberapa jenis topologi jaringan, antara lain :
1. Topologi Mesh


Topologi mesh adalah topologi yang setiap komputer atau perangkat terhubung secara penuh dengan sentral atau node. Sehingga, setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).


Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).


Keunggulan dari topologi mesh, yaitu :

  1. Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  2. Memiliki sifat robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  3. Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  4. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
    Kelemahan topologi mesh, yaitu:

    1. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O.
    2. Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatif mahal.
    3. Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
    4. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
    Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).


    2. Topologi Star

    Contoh gambar topologi starTopologi star adalah topologi jaringan yang memiliki satu komputer sebagi sentral. Setiap komputer dihubungkan langsung ke server. Topologi star memiliki tingkat kerumitan lebih rendah daripada topologi mesh. 

    Berbeda dengan topologi mesh, perangkat pada topologi star tidak langsung terhubung satu sama lain, tetapi melalui perangkat pusat pengendali (central controller) yang biasa disebut dengan Hub. Pada topologi star, Hub berfungsi layaknya seperti pengatur lalu lintas. Jika satu komputer ingin mengirimkan data ke komputer lainnya maka data tersebut dikirimkan ke Hub terlebih dahulu, yang kemudian meneruskannya ke komputer tujuan.
    Keunggulan topologi star, yaitu :
    1. Kabel yang diperlukan hanyalah sebanyak komputer dalam jaringan dan port I/O juga cukup hanya satu di setiap komputer. Sehingga banyaknya kabel link dan port I/O menjadi lebih sedikit yang berarti bahwa biaya yang dibutuhkan menjadi tidak semahal seperti pada topologi mesh.
    2. Topologi star ini juga memiliki sifat robustness, yaitu jika terjadi kerusakan pada satu link, maka hanya berakibat pada komputer yang berada pada jalur link itu saja, sedangkan komputer lainnya tetap aktif. Sepanjang tidak ada masalah dengan Hub, dengan sifat ini maka kerusakan link dapat segera diketahui dan diisolir.
    Kelemahan topologi star, yaitu :
    1. Topologi star sangat bergantung kepada Hub sebagai pusat pengendali, maka Hub harus selalu berada dalam kondisi baik. Kerusakan pada Hub berakibat pada tidak berfungsinya seluruh link dalam jaringan sehingga komputer tidak dapat saling berkomunikasi.
    2. Komputer sentral akan memiliki beban yang berat sehingga bisa mengakibatkan kerusakan atau gangguan pada komputer sentral.
    3. Topologi Bus

    Topologi bus adalah topologi yang komputer server dan workstation dihubungkan dengan oleh kabel pusat. Masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki yang sama.

    Keunggulan topologi bus, yaitu :
    1. Mudah dalam menambah perangkat baru tanpa mengganggu perangkat yang lain.
    2. Untuk mencegah sinyal terus menerus aktif diperlukan adanya terminator, di mana ujung dari kabel yang menghubungkan komputer-komputer tersebut harus diterminate untuk menghentikan sinyal dari berbalik (bouncing) dan menyerap (absorb) sinyal bebas sehingga membersihkan kabel tersebut dari sinyal-sinyal bebas sehingga komputer lain bisa mengirim data.
    Kelemahan topologi bus, yaitu :
    1. Bila terjadi gangguan pada kabel pusat, maka seluruh jaringan dalam perangkat akan terganggu.
    2. Jika salah satu ujung tidak diterminasi, sinyal akan berbalik (bounce) dan seluruh jaringan akan terpengaruh meskipun masing-masing komputer masih dapat berdiri sendiri (stand alone), tetapi tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.
    3. Semakin banyak jumlah komputer, maka akan semakin banyak pula komputer yang akan menunggu giliran untuk bisa mengirim data.
    4. Topologi Ring

    Topologi ring adalah topologi yang setiap sentral dihubungkan dengan sentral lainnya sehingga membentuk lingkaran jaringan, informasi akan diterima jika sesuai dengan alamat server. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

    Topologi ring hanya menghubungkan secara langsung dua perangkat dalam jaringan. Sinyal data akan bergerak searah dari satu perangkat ke perangkat lainnya sampai pada akhirnya berhenti di perangkat tujuan. Untuk mengatasi lemahnya sinyal data karena kemungkinan menempuh jarak di luar batasan yang dibolehkan, maka setiap perangkat pada topologi ini dilengkapi dengan sebuah repeater.

    Keunggulan topologi ring, yaitu :
    1. Topologi ring dapat dikatakan relatif mudah karena setiap perangkat (baik secara logik ataupun fisik) terhubung satu dan hanya satu dengan perangkat di sebelahnya.
    2. Tidak akan terjadi tabrakan data.
    3. Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
    4. Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
    Kelemahan topologi ring, yaitu :
    1. Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan, terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal di sebelahnya.
    2. Sinyal data bergerak searah dan melalui perangkat lainnya untuk sampai di perangkat tujuan  maka tidak berfungsinya satu link akan mempengaruhi link lainnya.
    3. Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
    5. Topologi Tree

    Topologi tree adalah topologi yang cocok untuk digunakan dalam interkoneksi antarsentral dengan tingkat atau hierarki berbeda. topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central Hub) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.

    Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central Hub. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUb, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary Hub. 
    Keunggulan topologi tree, yaitu :
    1. Fleksibilitas dalam hal pengembangan jaringan tinggi.
    2. Untuk memperbaiki masalah pada jaringan lebih mudah karena perangkat dikelompokkan ke dalam bagian-bagian tertentu.
    3. Penambahan perangkat di dalam jaringan tidak akan mempengaruhi jaringan secara keseluruhan.
    4. Tingkat keamanan data relatif tinggi
    Kelemahan topologi tree, yaitu :
    1. Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
    2. Proses transmisi lebih lambat, karena harus melalui beberapa titik terlebih dahulu.
    3. Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
    4. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari perangkat ke perangkat lain di dalam jaringan.



    0 komentar:

    Posting Komentar